Cari Blog Ini

Senin, 28 Desember 2009

Teori Gaya Kepemimpinan

Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pimpinan itu dalam menciptakan motivasi dalam diri setiap orang bawahan, kolega, maupun atasan pimpinan itu sendiri.

Gaya kepemimpinan

  1. Otokratis. Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Jadi kekuasaanlah yang sangat dominan diterapkan.
  2. Demokrasi. Gaya ini ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan demokratis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.
  3. Gaya kepemimpinan kendali bebas. Pemimpin memberikan kekuasan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif.
kepemimpinan otokratis

Istilah otokratis berasal dari dua kata autos dan kratos. Autos berarti sendiri atau diri pribadi. Kratos adalah kekuasaan atau kekuatan. Jadi Otokratis berarti berkuasa sendiri secara mutlak. (centre of authority). Kepemimpinan otokratis merupakan kepemimpinan nyang dilakukan oleh seorang pemimpin dengan perilaku otoriter.

Pemimpin otoriter (diktator) dalam praktik memimpin ia mengutamakan kekuasaan (power) . Seorang pemimpin bertipe otokratis menganggap dirinya adalah segala-galanya (people centered) Egonya kokoh menyatakan bahwa dirinya adalah pusat kekuasaan dan kewenangan sehingga ia berhak menjadikan anak buah sesuai dengan kehendaknya.

Pemimpin jenis otokratis biasanya sangat perhatian terhadap efisiensi dan efektivitas kerja, tapi sayang meninggalkan perhatian pada peran anak buah dalam satu kesatuan gerak guna keberhasilan kepemimpinannya. Bagaimana tipe perilaku atau ciri pemimpin otokratis ? Untuk menggambarkan hal itu, maka tipe kepemimpinan otokratis dapat ditelusuri dari perilaku yang merinci ciri-ciri tipe pemimpin yang mempraktekkan kepemimpinan perilaku otokratis. Pemimpin otokratis dalam memimpin para pengikut menempatkan dirinya sebagai pusat kekuasaan. Perilaku memimpin akan menampakkan ciri kepemimpinannya antara lain :

* Memegang kewenangan mutlak (bersikap adigang, adigung dan adiguna).
* Kuasa dipusatkan pada diri pemimpin (aji mumpung).
* Merumuskan sendiri ide, rencana dan tujuan.
* Memilih kebijakan sendiri.
* Menetapkan keputusan sendiri.


Kepemimpinan Demokrasi

Demokratis, pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang pelaksanaan tujuannya. Agar setiap anggota turut serta dalam setiap kegiatan-kegiatan, perencanaan, penyelenggaraan, pengawasan dan penilaian. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usaha pencapaian tujuan yang diinginkan.

Gaya kepemimpinan kendali bebas

Gaya kepemimpinan kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor, cara untuk mencapai sasaran, dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri. Dengan demikian, pemimpin hanya berperan sebagai pemantau saja.

Lalu, gaya kepemimpinan yang mana yang sebaiknya dijalankan? Jawaban dari pertanyaan ini adalah tergantung pada kondisi anggota itu sendiri. Pada dasarnya tiap gaya kepemimpinan hanya cocok untuk kondisi tertentu saja. Dengan mengetahui kondisi nyata anggota, seorang pemimpin dapat memilih model kepemimpinan yang tepat. Tidak menutup kemungkinan seorang pemimpin menerapkan gaya yang berbeda untuk divisi atau seksi yang berbeda.

Kesimpulan

Kepemimpinan otokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi. Kepemimpinan pembinaan cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi sedang dan komitmen rendah. Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi. Sementara itu, kepemimpinan kendali bebas cocok untuk angggota yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi.




Jumat, 20 November 2009

Pramuka From The Past

Pramuka adalah organisasi yang cukup populer pada saat saya menjalani masa SMP dulu. banyak hal menarik yang dapat dilakukan dengan bergabung dan menjadi anggota aktif paramuka, yaitu memiliki banyak kenalan, dapat lebih dikenal oleh para guru-guru, dan yang menurut saya paling menarik yaitu wisata alam yang rutin dilakukan oleh para anggotanya, dan hal inilah yang menarik saya bergabung menjadi anggota pramuka.
Pertama saya bergabung menjadi anggota pramuka,saya masih disebut dengan sebutan "pramuka siaga"itu adalah sebutan bagi anggota yang baru bergabung menjadi anggota pramuka. para pramuka siaga diharapkan dapat di latih hingga menjadi manusia yang lebih matang dan mandiri. satu hal yang paling ditekankan dalam organisasi pramuka yaitu 'kebersamaan", kata ini begitu sering diucapkan karena memang inti yang mendasari berdirinya organisasi ini adalah rasa kebersamaan diantara para anggotanya. selama 6 bulan saya berstatus sebagai pramuka siaga, kini tiba saatnya saya mendapatkan ujian kenaikan status menjadi penggalang, saya sangat senang mendengar hal ini karena alasan saya ikut organisasi ini yaitu kegiatan wisata alam akan diadakan.
Ujian pergantian status dilakukan di cibubur, berangkat jam 6 pagi dan sampai di lokasi perkemahan pukul 10 pagi. setibanya disana kami para anggota pramuka mendirikan tenda kami sendiri, saya yang jujur belum pernah sekalipun mendirikan tenda ternyata mampu mendirikan tenda dengan cukup baik. selesai kami mendirikan tenda ternyata hari menjelang sore sehingga kami pun bersiap-siap menjelang malam. pada malam hari kami makan malam dengan makanan yang seadanya, asas kebersamaan pun sangat terasa pada malam itu, saya menjadi mengerti banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya mengerti, malam itu benar-benar merubah pandangan saya akan banyak hal. setelah perut kami terisi kami para aggota pramuka pun tidur untuk beristirahat.
malam hari pukul 1 malam kami para pramuka siaga dibangunkan oleh para senior kami, dengan kondisi setengah sadar kami para prmuka siaga digiring ke tempat yang sangat gelap, satu-satunya cahaya yang terlihat hanyalah api unggun dari kejauhan. ternyata ujian pergantian status dilakukan sekarang, malam hari ini!!! saya yang masih agak terkejut berusaha tetap tenang. kami diharuskan berjalan menuju 2 pos penjagaan yang dijaga para senior dengan garis start yaitu tempat kami berdiri. satu-persatu para pramuka siaga pun berjalan menuju pos penjagaan.
Tibalah giliran saya, dengan gagah berani dan modal semangat 45 saya pun berjalan menuju pos penjagaan pertama. saya menuju pos penjagaan pertama dengan tanpa hambatan, hingga tiba saatnya saya menuju pos kedua. saya pun mulai berjalan menuju pos kedua tapi secara tiba-tiba ada sesosok kain putih bergelantungan didekat pohon, saya yang penasaran mendekati pohon itu dan dengan sangat terkejut melihat....................POCONG!!!!!!!!! TIDAK.........!!!!!!!! pocong itu melihat saya, dia mengejar SAYA...!!!!!!!. saya pun berlari sekuat tenaga menuju pos kedua dan pocong itu masih mengejar saya. Saya yang masih panik dengan refleks yang entah dari mana "memukul" pocong itu dengan sekuat tenaga dan anehnya pocong itu bersuara "aduh" "ADUH...."pocong bersuara aduh? saya yang masih panik akhirnya sampai di pos penjagaan kedua. dengan nafas terengah-engah saya berusaha tetap tenang, senior saya pun bertanya "senior:kenapa kamu? kaya habis liat setan..." saya pun menjawab " saya:gak apa-apa ko kak,saya cuma kelaparan" KELAPARAN....!!!!!!!, itulah SATU kata bodoh yang keluar dari mulut saya yang sedang panik. akhirnya pagi pun tiba, saya yang sudah cukup tenang mencoba menerima bahwa pocong itu mengeluarkan suara "aduh". tapi diantara para senior saya ada kak ANDI, senior paling usil diantara senior anggota pramuka tampil dengan wajah "bonyok". dan dengan penuh dendam dia bertanya pada anggota pramuka siaga "andi: siapa yang nonjok gue tadi malem ni...?" semua diam "andi :pukulan lw kenceng juga,gue mau ngajak lw join klub karate yang gw pimpin" semua masih diam "andi : yah gak da yang ngaku ni? yaudah deh salah gue juga, tapi gue jadi gak ganteng lagi nih" hahaha.....semua orang pun tertawa melihat wajah andi yang babak belur, saya yang memukul dan "TIDAK NGAKU" pun ikut tertawa.
Pagi hari pukul 9 pun kami bersiap kembali pulang. saya yang masih tertawa melihat hasil kerja saya yaitu membuat andi babak belur pun ikut bersiap-siap untuk kembali ke rumah. ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya, karena selain mendapatkan pengalaman berorganisasi, saya mendapat pengalaman bertemu "SETAN SENIOR GADUNGAN YANG DIBERI PELAJARAN!!!!!".